Senin, 26 Januari 2015

TUGAS PENGANTAR BISNIS "PELUANG BISNIS DI INDONESIA 2015"


BEBERAPA PELUANG BISNIS DI TAHUN 2015

Bisnis di tahun 2015 merupakan babak baru dalam dunia bisnis, mengapa? Salah satunya adalah pasar bebas yang terbuka untuk seluruh ASEAN yang bakal direalisasikan di tahun 2015. Masyarakat Indonesia dituntut untuk kreatif karena ada banyak peluang terbuka lebar!
Mengapa harus bisnis kreatif? Pasar bebas yang akan direalisasikan di tahun 2015 nanti memungkinkan barang-barang dari luar negeri lebih mudah masuk ke Indonesia. Hal ini tidak hanya membawa dampak positif tetapi juga dampak negatif kalau kita tidak mampu bersaing. Oleh karena itu, mari gunakan berbagai kreativitas pada beberapa ide bisnis yang bisa Anda coba di tahun 2015 nanti.

1. Bisnis yang Bertema Tradisi
Bisnis bertema tradisional, khususnya produk-produk tradisional bisa menjadi ide menarik sekaligus melestarikan budaya Indonesia yang sangat beragam. Barang-barang berbau organik dan juga unik menjadi buruan para peminatnya dan pasti punya pasar, apalagi sekarang memang sedang menjadi trend.
Apa saja yang bisa dijual? Mulai dari batik, anyaman, dan beragam produk-produk khas suatu daerah bisa menjadi opsi bagus. Sebagai contoh: misalnya Anda yang adalah orang Batak mengapa tidak menjual ulos, berbagai desain khas Batak yang dituangkan dalam bentuk kaos, kebaya Batak dan sebagainya. Tidak hanya menarget pembeli dari dalam negeri, turis-turis yang semakin banyak berkunjung ke Indonesia tentu saja pasar besar Anda.

2. Bisnis Kerajinan Tangan
Hampir mirip dengan bisnis bertema tradisional, kerajinan tangan menjadi sesuatu yang unik dan eksklusif. Indonesia sendiri punya banyak kerajinan tangan yang sangat unik dan bahkan bernilai tinggi.
Sebagai contoh, seorang pemahat dapat menghasilkan puluhan juta dari beragam patung yang terbuat dari kayu bekas. Jika Anda berkeliling seluruh Indonesia, Anda akan menemukan lebih banyak lagi kerajinan tangan yang bahkan tidak terpikirkan.

3. Usaha Makanan
Makanan adalah kebutuhan primer setiap manusia dan setiap manusia senang sekali bereksplorasi soal rasa dan beragam wujud makanan. Hampir setiap tahun ada saja jenis makanan baru atau makanan dari suatu daerah tertentu yang belum terlalu dikenal kemudian ‘diangkat’ ke permukaan.
Setiap tahun ada banyak bisnis waralaba baru yang bahkan merupakan makanan khas yang mengandung nilai sejarah dan sebagainya. Ingat saja prinsipnya: Makanan yang enak dan / atau punya ‘fans fanatik’ pasti bisa bertahan.
Anda bisa memulai #bisnis kuliner di tahun 2015 dengan beragam ide makanan yang memanjakan perut ini. Coba perhatikan makanan-makanan khas atau Anda punya resep sendiri? Silakan mencoba.

4. Bisnis Travel
Tidak dipungkiri taraf hidup makin tinggi dan semakin banyak orang yang menyadari pentingnya atau merasa bahwa berwisata adalah kebutuhan. Bisnis travel menjadi salah satu opsi bisnis yang bisa Anda lirik sebagai bisnis di tahun 2015! Bisnis travel sendiri punya banyak cakupan – apakah Anda sebagai planner, penyedia tiket transportasi, penyedia tempat wisatanya sendiri dan sebagainya. Silakan pilih yang sesuai dengan Anda!

5. Bisnis Publishing
Periklanan sedang marak di dunia global dan bisnis ini adalah bisnis yang sangat menjanjikan karena hampir semua bisnis yang telah disebutkan di atas butuh promosi. Yang lebih menariknya lagi adalah biaya promosi dari suatu usaha biasanya bahkan memakan dana cukup banyak.
Jadi, Anda bisa bayangkan berapa banyak yang diperoleh orang-orang advertising dan publishing? Apalagi jika Anda bisa berpikir kreatif dan punya konsep yang tidak konvensional, hmm. Pasarnya akan jauh lebih banyak lagi yang bisa Anda kuasai dan Anda bisa bersaing dengan para kompetitor lainnya. Tidak harus media besar, melalui blog yang dibangun secara profesional juga bisa sebagai media publishing yang menguntungkan.

info https://www.maxmanroe.com/beberapa-ide-bisnis-di-tahun-2015-yang-membutuhkan-kreativitas-tinggi.html

Jumat, 09 Januari 2015

MAKALA PENGANTAR MANAJAMEN

 BAB I
PENDAHULUAN
A.  LATAR BELAKANG PENELITIAN
Atamerica atau juga lazim ditulis @america adalah pusat kebudayaan Amerika Serikat yang terletak di lantai 3 Pacific Place, SCBD, Jakarta. @america resmi didirikan pada Desember 2010 Merupakan pusat kebudayaan dari negara lain dan merupakan bagian dari program Kedutaan Besar Amerika Serikat dengan tujuan mengenalkan Amerika Serikat melalui diskusi, pertunjukan budaya, debat, kompetisi, dan pameran.
Pusat kebudayaan ini adalah yang pertama kali di dunia yang dibangun dengan teknologi canggih. Pengunjung bisa mengakses informasi melalui layar sentuh berukuran lebar, penggunaan ipad dan jaringan wifi secara cuma-cuma, panggung pertunjukan dengan layar presentasi, layar live tweeting, dan mesin Google Earth ukuran raksasa yang disebut Liquid Galaxy yang memungkinkan pengunjung mengeksplorasi seisi bumi, antariksa, hingga kedalaman laut.
B.     TUJUAN
Dengan tujuan mengenalkan Amerika Serikat melalui diskusi, pertunjukan budaya, debat, kompetisi, dan pameran., @america memberi kesempatan berbagai komunitas dan pembicara dari Indonesia untuk ikut tampil setiap harinya. Selain itu tentunya pertunjukan dan pembicara dari tokoh dan komunitas di Amerika Serikat, @america juga memberi informasi mengenai kehidupan para muslim di Amerika Serikat yang hidup dalam damai dan kerukunan, selain juga berbagai tokoh yang mewarnai perjalanan sejarah Amerika Serikat.@america juga menerima kunjungan dari berbagai sekolah, madrasah, dan institusi pendidikan lainnya.



C.     RUANG LINGKUP MATERI
EducationUSA di @america
EducationUSA menawarkan saran-saran tentang pendidikan di @america, bebas biaya. Di @america, Anda bisa menemui advisor berpengalaman untuk mendapatkan informasi tentang belajar di Amerika Serikat. Dengan bangga kami melayani calon-calon pelajar dan orangtua mereka di @america. 
Layanan yang tersedia:
·         Tanya-jawab tatap muka tanpa perjanjian terlebih dahulu
·         Bantuan dalam menentukan lembaga pendidikan mana yang cocok untuk Anda
·         Evaluasi resume
·         Meninjau esai pendaftaran masuk
·         Informasi tentang ujian masuk dan tes standarisasi
·         Bantuan dalam mencari informasi beasiswa. 


BAB II
DASAR TEORI

Mengapa Belajar di A.S.?

Inginkah Anda mengenyam pendidikan terbaik? Maukah Anda membuat karier masa depan semakin cemerlang dengan menyempurnakan bahasa Inggris Anda?  Mungkin Anda ingin bekerja berdampingan dengan para profesional papan atas di bidang Anda? Atau, barangkali Anda hanya ingin melihat apa yang ada di belahan dunia sana. Apa pun alasannya, satu hal yang sudah jelas: Anda punya impian untuk belajar di Amerika Serikat.

John Adams pernah mengatakan, “Ada dua jenis pendidikan, satu mengajarkan kepada kita bagaimana cara menghidupi, dan yang satunya mengajarkan bagaimana cara untuk hidup.” Belajar di Amerika Serikat memberikan berbagai jenis peluang belajar yang unik dan menarik. Tim EducationUSA ada di sini untuk membantu mewujudkan impian Anda belajar di Amerika Serikat. Ada satu tim yang akan menjawab semua pertanyaan Anda, mulai dari memilih sekolah hingga ke proses aplikasi, dari mencari beasiswa hingga ke mempersiapkan perjalanan Anda ke A.S.







BAB III
PEMBAHASAN
RUMUSAN MASALAH
1.     Apakah yang dimaksud dengan @america di Pacific Place?
2.     Apa saja acara dan program yang ditawarkan oleh @america?
3.     Apa saja yang harus diperhatikan pengunjung selama mengunjungi @america?
PENYELESAIAN
1.     @america adalah sebuah inisiatif rintisan Kementrian Luar Negeri Amerika Serikat. Diisi dengan fasilitas berteknologi tinggi yang memberikan kesempatan berinteraksi dengan aktivitas yang beragam dan kaya akan berbagai konten.
2.     Terdapat banyak aktivitas beragam dan kaya dengan berbagai konten yang ditawarkan setiap harinya di @america. Untuk informasi lebih lanjut, pengunjung bisa mengunjungi bagian Acara Mendatang dan Kalender Acara untuk mengetahui lebih lanjut mengenai program yang ditawarkan.
3.     Makanan dan minuman tidak diperkenankan untuk dibawa masuk ke dalam @america dan pengunjung akan diarahkan ke area loker untuk menitipkan semua barang-barang pribadi ketika masuk. Telepon genggam diperbolehkan untuk dibawa masuk. Sistem keamanan kami yang modern akan memungkinkan efisiensi masuknya setiap orang. 






BAB IV
PENUTUP
A.    KESIMPULAN
Menambah wawasan pusat budaya di Amerika Serikat, yang terletak di Pacific Place. Dari fasilitas yang ada bisa buat kita semua menjadi lebih tau,ada juga beberapa informasi dan dapat menikmati fasilitas yang disediakan disana.



















Rabu, 24 Desember 2014

PERENCANAAN STRATEGIS, PEMECAHAN MASALAH, DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN


1.1         PERENCANAAN STRATEGIS

A.   PENGERTIAN PERNCANAAN STRATEGIS
  suatu rangkaian persiapan tindakan untuk mencapai tujuan. Perencanaan merupakan pedoman, garis-garis besar atau petunjuk-petunjuk yang harus dituruti jika menginginkan hasil yang baik sebagaimana direncanakan.
B.   PENTINGNYA SUATU PERENCANAAN
Karena perencanaan merupakan suatu jenis pembuatan keputusan untuk masa depan yang spesifik yang dikehendaki oleh manajer bagi sebuah organisasi. Perencaan yang baik dapat digambarkan layaknya sebuah akar tunggang dari pohon yang besar dan rimbun, dari situ tumbuh cabang-cabang yang dapat diartikan sebagai bagian dari pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian. Perencanaan yang demikian sangat penting bagi manajer dan sebuah teori yang harus ada di sebuah perusahaan ataupun instansi.
C.   HUBUNGAN PERENCANAAN DENGAN FUNGSI-FUNGSI LAIN
1.      Organizing
Perencanaan menunjukkan cara dan perkiraan bagaimana mengorganisasikan sumber daya-sumber daya organisasi untuk mencapai efektivitas paling tinggi
2.      Directing
Perencanaan menentukan kombinasi paling baik dari sumber daya-sumber daya yang diperlukan untuk mengarahkan, mempengaruhi dan memotivasi karyawan
3.      Controlling
Perencanaan dan pengawasan saling berhubungan erat. Pengawasan bertindak sebagai kriteria penilaian pelaksanaan kerja terhadap rencana .
D.  JENIS-JENIS PERENCANAAN
1.     Perencanaan jangka panjang
adalah rencana yang akan dijalankan oleh seluruh komponen dalam organisasi atau perencanaan, dan dibuat dalam rangka pencapaian tujuan organisasi secara keseluruhan.
2.     Perencanaan jangka menengah
adalah rencana yang dijalankan untuk mencapai tujuan jangka menengah dan sebagai dorongan tercapainya tujuan jangka panjang.
3.     Perencanaan jangka pendek
adalah rencana yang dijalankan untuk mencapai tujuan jangka pendek, dan sebagai dorongan tercapainya tujuan jangka menengah.
E.   PROSES PENYUSUNAN PERENCANAAN
Proses Penyusunan Perencanaan
1.     Merumuskan Misi dan Tujuan
2.     Memahami Keadaan Saat Ini
3.     Mempertimbangkan Faktor Pendukung dan Penghambat Tercapainya Tujuan
4.      Menyusun Rencana Kegiatan untuk Mencapai Tujuan
F.   PENDEKATAN DALAM PERENCANAAN
Ada empat pendekatan yang bisa dilakukan dalam menyusun rencana atau rencanaan yaitu:
1.     Bottom up approach, artinya penyusunan dimulai atau diusulkan dari bawah.
2.     Top down approach, artinya penyusunan dimuali atau ditetapkan dari atas.
3.     Interactive approach, yang berarti rencana disusun bersama-sama.
4.     Dual-level approach, yang berarti masing-masing menyusun rencana kemudian diselaraskan.







G.  CIRI-CIRI PERENCANAAN YANG BAIK

ü   Simple             : Sederhana dan mudah di mengerti
ü   Fleksibel          : Rencana yang baik haruslah dapat menyesuaikan diri dengan keadaan yang selalu berubah- ubah.
ü   Stabil               : Tidak perlu selalu mengalami perombakan dan perubahan.
ü   Factual            : Dibuat berdasarkan fakta-fakta yang ada dan diselaraskan pula dengan  kejadian-kejadian
§  yang akan timbul dalam tindakan pelaksanaannya.
ü    Rasional   :Dibuat atas dasar pemikiran yang sehat, ilmiah dan dapat  dipertanggungjawabkan.
ü    Kontinu    : dipersiapkan untuk tanda-tanda yang terus menerus dan berkelanjutan.
ü    Dinamis    : perencanaan dibuat dan dipersiapkan untuk memikirkan peningkatan perbaikan dan
§  pembaharuan dalam mencapai kemajuan dan kesempurnaan pada masa yang akan datang.
ü    Praktis dan prakmatis : mampu dilakukan dan dicapai serta dapat mendukung program organisasi.
ü    Akurat      : dibuat secara terperinci dan mendetail dan dirumuskan segala aspek organisasi, tata kerja,
§  metode kerja, penggunaan tenaga kerja, pembiayaan, jadwal waktu, target hasil dari sistem pengawasan.
H.  EFEKTIFITAS PERENCANAAN
1.     Pengembangan diri – dengan melakukan perencanaan yang efektif, maka seseorang akan mampu menyisakan waktu luang yang berharga untuk menyusun pengembangan diri guna peningkatan kinerjanya.
2.     Pekerjaan tuntas dan selesai tepat waktu sehingga pekerjaan tidak menumpuk; dan tidak mesti melakukan lembur guna menuntaskan pekerjaan.
3.     Pekerjaan dapat ditata dengan rapi, dan akan memudahkan proses mengorganisasikan dan mengendalikan pekerjaan lainnya.
2.2 PEMECAHAN MASALAH DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN
A.   JENIS-JENIS KEPUTUSAN MANAJEMEN
1.  Keputusan Strategis, adalah keputusan yang dibuat oleh manajemen puncak dalam sebuh  perusahaan.
2.  Keputusan taktis, adalah keputusan yang dibuat oleh manajemen menengah
3.  Keputusan operasional, adalah keputusan yang dibuat oleh tingkat manajemen yang paling bawah
B.   KEPUTUSAN DAN JENJANG MANAJEMEN
Keputusan:
1.     Keputusan Terprogram. Keputusan ini berkaitan dengan kebiasaan, aturan, dan prosedur. Dalam hal ini kondisi yang dihadapi semuanya dapat diketahui dengan pasti.
2.     Keputusan tidak terprogram. Keputusan tidak terprogram ini adalah keputusan yang tidak mempunyai suatu aturan yang baku, tergantung pada jenis masalahnya. Biasanya, masalah yang membutuhkan keputusan tidak terprogram ini terjadinya tidak dapat diprediksi.
3.     Keputusan tidak terstruktur.disebut tidak terstruktur karena tidak diketahui pemecahannya karena ketidakjelasan masalahnya.

Jenjang :
Organisasi atau badan usaha umumnya mempunyai sedikitnya tiga jenjang manajemen, yaitu manajemen puncak, manajemen menengah, dan manajemen pelaksana.
1. Manajemen Puncak (Top Management)
Manajemen puncak adalah jenjang manajemen tertinggi. Jenjang manajemen tertinggi atau puncak biasanya terdiri atas dewan direksi dan direktur utama. Dewan direksi mempunyai tugas memutuskan hal-hal yang sangat penting sifatnya bagi kelangsungan hidup perusahaan. Manajemen puncak bertugas menetapkan kebijakan operasional dan membimbing interaksi organisasi dengan lingkungan.
2. Manajemen Menengah (Middle Management)
Manajemen menengah biasanya memimpin suatu divisi atau departemen. Tugasnya adalah mengembangkan rencana-rencana operasi dan menjalankan tugas-tugas yang ditetapkan manajemen puncak. Manajemen menengah bertanggung jawab kepada manajemen puncak.
3. Manajemen Pelaksana (Supervisory Management)
Manajemen pelaksana adalah manajemen yang bertugas menjalankan rencana-rencana yang dibuat manajemen menengah. Selain itu, manajemen pelaksana juga mengawasi para pekerja dan bertanggung jawab kepada manajemen menengah.
C.   TAHAP-TAHAP PENGAMBILAN KEPUTUSAN
Menurut Herbert A. Simon (Kadarsah, 2002:15-16 ), tahap-tahap yang harus dilalui dalam proses pengambilan keputusan sebagai berikut :
1.      Tahap Pemahaman ( Inteligence Phace )
Tahap ini merupakan proses penelusuran dan pendeteksian dari lingkup problematika serta proses pengenalan masalah. Data masukan diperoleh, diproses dan diuji dalam rangka mengidentifikasikan masalah.
2.      Tahap Perancangan ( Design Phace )
Tahap ini merupakan proses pengembangan dan pencarian alternatif tindakan / solusi yang dapat diambil. Ini merupakan representasi kejadian nyata yang disederhanakan, sehingga diperlukan proses validasi dan vertifikasi untuk mengetahui keakuratan model dalam meneliti masalah yang ada.
3.      Tahap Pemilihan ( Choice Phace )
Tahap ini dilakukan pemilihan terhadap diantara berbagai alternatif solusi yang dimunculkan pada tahap perencanaan agar ditentukan / dengan memperhatikan kriteria – kriteria berdasarkan tujuan yang akan dicapai.
4.      Tahap Impelementasi ( Implementation Phace )
Tahap ini dilakukan penerapan terhadap rancangan sistem yang telah dibuat pada tahap perancanagan serta pelaksanaan alternatif tindakan yang telah dipilih pada tahap pemilihan.
D.  JENIS-JENIS MASALAH DAN PEMECAHANNYA
1.     Perencanaan strategic : merupakan kegiatan manajemen tingkat atas, sebagai proses evaluasi lingkungan  luar organisasi, penerapan tujuan organisasi, dan penentuan strategi-strategi.
2.     Pengendalian manajemen : system untuk meyakinkan bahwa organisasi telah menjalankan strategi yg sudah ditetapkan secara efektif dan efisien. Ini merupakan tingkatan taktik(tactical Level), yaitu bagaimana manajemen tingkat menengah menjalankan taktik supaya perencanaan strategi dapat dilakukan dengan berhasil. Taktik yg dijalankan biasanya bersifat jangka pendek ± 1 thn.
Proses pengendalian manajemen terdiri dari : pembuatan program kerja, penyusunan anggaran, pelaksanaan dan pengukuran, pelaporan dan analisis.
3.     Pengendalian operasi : Sistem untuk meyakinkan bahwa tiap-tiap tugas tertentu telah dilaksanakan secara efektif dan efisien. Ini merupakan penerapan program yang telah ditetapkan di pengendalian manajemen.Pengendalian operasi dilakukan dibawah pedoman proses pengendalian manajemen dan difokuskan pada tugas2 tingkat bawah.
E.   GAYA DAN MODEL PENGAMBILAN KEPUTUSAN
Gaya :
 1.        Gaya Direktif
Digunakan oleh orang-orang yang lebih memilih solusi masalah yang sederhana dan jelas. Seseorang yang memilih gaya ini biasanya bersifat efisien dan rasional dan memilih untuk mengandalkan peraturan atau prosedur yang ada dalam mengambil keputusan.
2.       Gaya Analisis
Senang mempertimbangkan solusi yang kompleks berdasarkan data sebanyak mungkin yang dapat mereka kumpulkan.
3.       Gaya Konseptual
Orang-orang yang cenderung kearah gaya konseptual juga senag memperhatikan sejumlah besar informasi. Mereka juga lebih berorientasi social daripada mereka yang menyukai gaya analisis.
4.       Gaya Perilaku
Gaya yang digunakan oleh manajer yang memiliki perhatian mendalam terhadap orang sebagai individu.
          Model :

Model Klasik
Model klasik dalam pengambilan keputusan didasarkan pada asumsi ekonomi rasional dan keyakinan manajer tentang seperti apakah seharusnya keputusan yang ideal itu. Empat asumsi yang menggaris bawahi model ini adalah sebagai berikut :
1. Pembuat keputusan beroperasi untuk mencapai tujuan yang diketahui dan disepakati.
2. Keputusan pembuat berusaha untuk kondisi kepastian. Semua alternatif dihitung.
3. Kriteria untuk mengevaluasi alternatif diketahui.
4. Pembuat keputusan rasional dan menggunakan logika untuk memberikan nilai. Mencoba untuk memaksimalkan tujuan organisasi.
Model Administratif
Model Administratif merupakan sebuah model dalam pengambilan keputusan yang menggambarkan bagaimana manajer sebenarnya membuat keputusan dalam situasi yang dicirikan dengan keputusan yang tidak terprogram, ketidakpastian, dan ambiguitas. Model administrative mengenali keterbatasan yang dimiliki manusia dan lingkungan yang mempengaruhi tingkat rasionalitas manajer dalam mengambil keputusan. Model Administratif dalam pengambilan keputusannya terdapat 2 konsep yang dapat berperan dalam pembentukannya yaitu :
·        Rasionalitas yang terbatas berarti bahwa manusia memilikki keterbatasan atau batas-batas dalam kemampuannya untuk berpikir rasional.
·        Pemuasan berarti bahwa seorang pengambil keputusan memilih alternative solusi pertama yang dapat memuaskan kriteria minimal dalam membuat sebuah keputusan yang baik.
·        Intuisi merupakan aspek lain dari pengambilan keputusan dengan model administrative. Intuisi adalah pemahaman yang cepat terhadap situasi genting berdasarkan pengalaman di masa lalu tetapi tanpa pemikiran yang sadar.
Dalam model administrative asumsi-asumsi ini berfokus pada factor-faktor di organisasi yang mempengaruhi pengambilan keputusan yang dilakuan oleh individu. Asumsi tersebut yaitu:
1.       Tujuan dari pengambilan keputusan sering kali tidak jelas, bertentangan, dan kurang adanya konsensus di antara para manajer.
2.       Prosedur rasional tidak selalu digunakan
3.       Pencarian untuk alternatif terbatas karena manusia, informasi dan keterbatasan sumber daya.
4.       Sebagian besar manajer akhirnya melakukan pemuasan daripada mencari solusi yang paling baik

Model Politik
Model poltik ini sangat berguna dalam pengambilan keputusan yang tidak terprogram ketika situasi-situasinya tidak jelas, informasinya terbatas, dan adanya konflik antara manajer tentang tujuan yang akan dicapai atau tindakan apa yang akan dilakukan.model politik dimulai dengan empat asumsi dasar, yaitu :
1.       Organisasi terdiri dari beragam kepentingan
2.       Informasi ambigu dan tidak lengkap
3.       Manajer tidak memiliki sumber daya untuk mengidentifikasi semua dimensi masalah
4.       Manajer terlibat dalam mendorong dan menarik perdebatan untuk menentukan tujuan dan alternatif.
Langah-langkah dalam Mengambil Keputusan Baik keputusan itu terprogram ataupun tidak terprogram dan baik model yang dipilih manajer itu klasik, administrative ataupun politik, ada 6 (enam) langkah yang biasanya dianggap sebagai proses pengambilan keputusan yang efektif. Langkah-langkah tersebut yaitu :
1.       Pengenalan syarat-syarat sebuah keputusan
Dalam memngambil sebuah keputusan seorang manajer harus megerti dahulu apa saja syarat-syarat yang perlu diperhatikan. Syarat-syarat tersebut yaitu dalam bentuk masalah maupun peluang. Sebuah masalah muncul ketika pencapaian organisasi kurang dari tujuan yang telah ditentukan. Sebuah peluang muncul ketika manajer melihat pencapaian yang potensial yang melebihi tujuan organisasi saat itu. Manajer melihat kemungkinan untuk meningkatkan kinerja diatas kinerja kerja yang selama ini telah dilakukan.
2.       Diagnosis dan Analisis Sebab-Akibat
Diagnosis adaah langkah dalam pengambilan keputusan dimana manajer menganalisis fator-faktor sebab akibat penting yang berhubungan dengan situasi yang penting. Manajer sebaiknya menanyakan serangkaian pertanyaan untuk menspesifikasikan sebab-sebab penting, pertanyaan tersebut antara lain :
· Keadaan tidak seimbang seperti apakah yang mempengaruhi kita ?
· Kapankah keadaan ini muncul ?
· Dimanakah keadaan ini muncul ?
· Bagaimanakah keadaan ini muncul ?
· Pada siapakah keadaan ini muncul ?
· Apakah kegentingan-kegentingan dari masalah ini ?
· Apakah hubungan-hubungan dari peristiwa ini ?
· Apakah yang menjadi hasil dari aktifitas ini ?
3.       Pengembangan Alternatif
Untuk keputsan yang terprogram, alternatif-alternatif bisa dengan mudah dikenali dan bahkan biasanya sudah tersedia dalam peraturan dan prosedur organisasi. Namun keputusan yang tidak terprogram mengharuskan adanya pengembangan tindakan baru yang akan dapat menjawab kebutuhan perusahaan. Bagi keputusan-keputusan yang dibuat dibawah kondisi dengan ketidak pastian yang tinggi, manajer hanya dapat mengembangkan satu atau dua solusi yang akan bisa menjadi pemuasan dalam mengatasi masalah. Namun penelitian menunjukkan bahwa membatasi alternatif merupakan sebab utama gagalnya pengambilan keputusan di organisasi.
4.       Pemilihan Alternatif yang Dikehendaki
Alternatif yang terbaik adalah yang solusinya paling sesuai dengan tujuan dan nilai-nilai keseluruhan organisasi, serta mencapai hasil yang dikehendaki dengan menggunakan sumber daya paling sedikit. Manajer mencoba menyeleksi pilihan dengan risiko dan ketidakpastian paling sedikit. Manajer kemudian mencoba untuk mengukur prospek-prospek menuju sukses. Manajer dapat mengandalkan intuisi dan penglaman untuk memperkirakan jika suatu arah tindakan sekiranya akan berhasil.
5.       Penerapan Alternatif Terpilih
Tahap penerapan ini adalah tahap dimana kemampuan manajerial, administrative, dan tahap persuasive yang dimiliki seorang manajer akan digunakn untuk menjamin bahwa alternative terpilih akan dijalankan. Kesuksesan alternative terpilih ini akan bergantung pada bisa tidaknya alternative ini diterjemahkan menjadi suatu tindakan
6.       Evauasi dan Umpan Balik
Pada tahap evaluasi yang merupakan bagain proses pengambilan keputusan. Para pengambil keputusan akan mendapatkan informasi tentang seberapa baiknya mereka menerapkan keputusan yang telah mereka ambil dan apakah penerapan ini efektif dalam mencapai tujuan mereka. Umpan balik adalah hal yang penting karena pengambilan keputusan adalah proses yang berkelanjutan dan tidak pernah berakhir. Umpan balik memberikan informasi pada pengambil keputusan yang nantinya bisa membentuk siklus pengambilan keputusan yang baru.
F.   PENGAMBILAN KEPUTUSAN INDIVIDU DAN KELOMPOK
Keputusan individu :
Pengambilan keputusan merupakan hasil proses dari beberapa pertimbangan alternatif untuk menyelesaikan masalah. Oleh sebab itu, maka pengambilan keputusan sesungguhnya bukanlah hal yang sederhana.
Seorang filosof Prancis, Jean-Paul Sartre mengatakan bahwa manusia sebagai makhluk yang berkesadaran “dikutuk untuk bebas”. Kutukan kekebasan ini menempatkan manusia sebagai makhluk yang dapat menentukan jalannya sendiri. Apapun jalan yang diambil, maka manusia itu sendiri yang harus bertanggung jawab atas segala sesuatu yang terjadi dikemudian hari.
Di zaman modern ini manusia dihadapkan pada banyak pilihan, memilih universitas, jurusan, pekerjaan, pacar, dll.. yang menuntut kemampuan manusia untuk dapat mengambil keputusan secara tepat. 

Keputusan kelompok :
 Proses pengambilan keputusan kelompok adalah salah satu corak proses pengambilan keputusan dalam organisasi. Ciri dari prosesnya ditandai dengan keterlibatan dan partisipasi orang banyak. Sering kali keputusan semacam ini dianggap ideal dan dipergunakan secara luas dalam organisasi .
Kedua keputusan diatas memiliki beberapa perbandingan yaitu:
Apabila dilihat keefektifan dan efisiensi antar pengambilan keputusan kelompok atau individu, maka hal tergantung kepada kriteria apa yang dipakai sebagai ukuran efektif. Bila diukur dengan derajat akurasi, barangkali keputusan kelompok lebih akurat. Fakta membuktikan keputusan kelompok lebih baik daripada keputusan individu. Tetapi tidak berarti bahwa secara bersama kelompok lebih bermutu dari perseorangan. Bila dimaksud dengan efektif adalah ukuran kecepatan maka keputusan individual jadi lebih efektif. Kalau kreativitas yang jadi ukuran keefektifan maka keputusan kelompok adalah lebih efektif. Ukuran keefektifan lain, mungkin dukungan persetujuan, maka keputusan kelompok jadi lebih efektif. Dalam kerja kelompok pengambil keputusan, telah teruji bahwa jumlah anggota 5 sampai 7 orang adalah  produktif dan efektif. Efektif tentu diacu juga dengan efisiensi. Keputusan kelompok bisa jadi tidak efisien dibandingkan dengan keputusan individual, bila diukur dari waktuyang dipakai untuk mengambil keputusan. Pengambilan keputusan bentuk mana yang akan dipakai bergantung kepada aspek yang mana yang dipentingkan, efektivitas atau efisiensi.

 Kesimpulannya:
Dari uraian di atas dapat kita simpulkan betapa pentingnya perencanaan dalam usaha mencapai tujuan organisasi. Adanya perencanaan akan memberikan arah dan tujuan yang jelas, memberikan pemahaman terhadap pimpinan dan bawahan sehingga bisa saling bekerja sama demi terealisasinya tujuan organisasinya.
Namun di samping itu, perencanaan hanya salah satu fungsi dalam manajemen. Oleh karena keberhasilan pencapaian tujuan bukan berarti hanya tergantung pada satu fungsi perencanaan saja, tetapi ada fungsi-fungsi lainnya, seperti pengorganisasian, mengarahan dan pengawasan.
Keberhasilan perencanaan akan sangat mungkin tercapai apabila pimpinan dan bawahan bekerja sama dan dapat saling memotivasi sehingga kinerja masing-masing semakin tinggi demi tercapainya tujuan organisasi